PROGRAM GURU MAGANG SMK NEGERI 5 DENPASAR

Kegiatan magang telah diatur secara spesifik dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi No.Per.22/Men/IX/2009 tentang penyelenggaraan magang di dalam Negeri. Dalam peraturan tersebut, magang dapat diartikan sebagai:

“Bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan jasa diperusahan, dalam rangka menguasai ketrampilan atau keahlian tertentu.”

Dengan demikian, program guru magang sangat penting untuk singkronisasi link and match antara kurikulum yang dilaksanakan di sekolah dengan sejumlah kualifikasi yang diharapkan oleh pihak industri. Dengan adanya kesesuaian kurikulum maka kesenjangan yang selama ini terjadi dapat diminimalisir.

Kegiatan ini sangat bermanfaat, baik bagi guru pengampu mata pelajaran produktif maupun dan guru mata pelajaran mata pelajaran umum untuk bersama-sama menyiapkan peserta didik menguasai kompetensi mereka di program keahliannya masing-masing. Di samping itu pengalaman belajar yang didapatkan dari hasil magang dapat dijadikan bekal pendidik untuk menyajikan konten pembelajaran, proses pembelajaran dan pola-pola mengajar yang, mutakhir, kreatif dan inovati sehingga pendidik mampu menciptakan link and match antara kurikulum sekolah dan kebutuhan dunia industri.

SMK Negeri 5 Denpasar sebagai salah satu sekolah yang terletak di sekitar Kawasan industri yang menyelenggarakan Program Magang Guru Di Dunia Kerja agar para siswa yang lulus dari sekolah ini memiliki keahlian yang sesuai dengan harapan pihak industri yang berada di sekitarnya. Dengan demikian, setelah lulus SMK diharapkan siswa dapat langsung terserap di industri-industri yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Untuk dapat diterima dengan cepat, siswa harus dibekali dengan ilmu-ilmu kejuruan yang saat ini tengah berkembang di lapangan. Siswa harus up-date dengan perkembangan yang terjadi. Untuk mengetahui perkembangan di dunia industri, maka guru-guru yang dikirim untuk dapat memutakhirkan pola-pola pengajaran mereka sehingga mereka tidak hanya berkiblat pada kurikulum Dinas Pendidikan akan tetapi pada Kurikulum Dunia Usaha dan Dunia Industri. Oleh karena itu, Program Pelaksanaan Magang Guru Di Dunia Kerja harus pula dilengkapi dengan program sinkronisasi kurikulum sekolah agar misi SMK untuk mencetak generasi yang siap kerja dapat terwujud.