Profil Kepala Sekolah
A.A Ketut Ngurah Astara, S.Sn., M.Pd
"SMK Negeri 5 Denpasar mampu bersaing di kancah global melalui visi BERSINAR "
Anak Agung Ketut Ngurah Astara, S.Sn., M.Pd. merupakan sosok pendidik yang telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan selama lebih dari 30 tahun. Beliau lahir di Denpasar pada 20 September 1971, pria yang akrab disapa pak Agung ini mengecap pendidikan dasarnya di SDN 13 Dauh Puri Denpasar, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 2 Denpasar, dan SMEA Negeri Denpasar. Perjalanan hidup sempat membawa beliau ke ibu kota Jakarta untuk mendalami bidang pemasaran. Namun, panggilan jiwa untuk melestarikan budaya warisan leluhur begitu kuat. Beliau memutuskan pulang ke tanah kelahiran dan menyelami dunia seni di STSI Denpasar (1990–1994). Haus akan ilmu, beliau kemudian melanjutkan studi S2 Teknologi Pembelajaran di IKIP PGRI Adi Buana Surabaya dan lulus pada tahun 2008.
Karier keguruan beliau dimulai pada tahun 1995 di sekolah swasta Yayasan Ari Prashanti. Di sana, beliau mengampu berbagai mata pelajaran mulai dari produktif asuransi, pelayanan prima, hingga etika komunikasi kantor. Fleksibilitas dan totalitasnya membuat beliau dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, hingga akhirnya didapuk menjadi Kepala Sekolah di yayasan tersebut.
Petualangan baru dimulai pada tahun 2009 saat beliau mulai mengabdi di SMK Negeri 5 Denpasar sebagai guru seni. Berkat dedikasi yang tinggi, tangga kepemimpinan beliau naiki secara pasti:
- Tahun 2013 sampai 2017 menjabat sebagai Kepala Program Seni Pertunjukan Tari
- Tahun 2018 sampai 2025 menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Humas
- Tahun 2026 menjabat sebagai Kepala SMK Negeri 5 Denpasar
Di bawah komando beliau, SMK Negeri 5 Denpasar terus menelurkan program-program inovatif yang adaptif terhadap zaman. Beberapa program unggulan yang berhasil dihadirkan antara lain: Kolaborasi Seni Multidimensi: Mengawinkan seni tari, seni klasik, dan tata rias (pengantin maupun modifikasi) sebagai warisan budaya yang terus dikembangkan. Training Spesialisasi: Pelatihan intensif bersama guru-guru yang memiliki kompetensi dan kualifikasi terbaik di bidangnya.
Beliau menekankan bahwa guru masa kini harus adaptif terhadap kurikulum modern. "Pembelajaran tidak boleh hanya sekadar memberikan tugas, tetapi harus dibuat menyenangkan agar siswa lebih mudah berkembang sesuai minat dan kemampuannya," ungkap beliau. Sebagai sekolah vokasi, beliau sadar betul bahwa SMK saat ini berbasis industri. Oleh karena itu, keberhasilan kurikulum sangat bergantung pada kreativitas sekolah dalam mengelolanya agar kompetensi dan daya saing siswa terus meroket.
Menutup perbincangan, beliau menaruh harapan besar agar SMK Negeri 5 Denpasar mampu bersaing di kancah global dan menjadi panutan bagi SMK lainnya. Melalui visi “BERSINAR” (Bersih, Sinergi, Inovatif, Aman, dan Religius), beliau optimis dapat mencetak generasi pemenang. Langkah konkret pun telah disiapkan, termasuk pengembangan kelas industri serta penerapan pembelajaran berbasis bahasa Inggris dan bahasa Jepang demi menyiapkan taruna-taruni SMK Negeri 5 Denpasar menaklukkan dunia kerja internasional.